sewaktu kelas akhir
dipondok, yang lagi gencar-gencarnya menjadi alumni dan bebas dari
tahanan belenggu peraturan-peraturan pesantren, kamipun lagi
gencar-gencarnya untuk memilih, apakah harus kuliah ?? ataukan
mengabdi ?? mengabdi disini dikatakan yaamengabdi pada pesantren
mengamalkan ilmu-ilmu yang kita punya yang disalurkan kepada
adik-adik kita, itu secara sempit kita artikan seperti itu. Dulu
pengabdian pada pondok merupakan hal yang sangat sakral sekali bagi
santri akhir seperti kami. Ditunjuk oleh utusan kiyai siapa yang
memang pantas buat mengabdi buat pondok untuk kemajuan pondok
pesantren yang baru menginjak usia dua dasawarsa. Menjadi suatu
kebanggan untuk bisa menyalurkan ilmu-ilmu yang sudah kita pelajari
selama dipondok hingga wisuda.
*pada saat halal bihalal
kelas akhir*
satu-persatu
teman-temanku dipanggil, yaa sudah tradisi sebelum malam wisuda
seminggu atau dua minggu sebelumnya beberapa orang dipanggil.
Calon-calon yang akan membangun pondok agar bisa lebih maju dalam
segi kualitas yang kuharapkan. Aku ucapkan selamat kepada
teman-temanku yang ditunjuk menabdi untuk pondok, tidak hanya untuk
pondokku tetapi untuk beberapa pondok diluar pulau yang membutuhkan
tenaga pengajar agama, terlebih lagi beberapa dari temanku mengajukan
diri untuk pengabdian dia kepada masyarakat dengan ilmu yang sudah ia
dapatkan. Ah, aku tidak berfikir sampai sejauh itu. Aku masih
membulatkan tekadku untuk kuliah dijurusan dengan bidang yang aku
suka dan mungkin aku mampu menyelesaikannya hingga akhir.
*malam tepat besoknya
wisud*
aku tak menyangka sampai
sejauh ini aku melangkah, sampai sejauh ini aku tertatih dan bertahan
dalam penjara suci yang dinamakan pondok pesantren. Sudah
berjuta-juta kenangan dan peristiwa yang sudah aku alami dan aku
jalani disini. Hingga pada saat besok aku dan seluruh teman-temanku
melanjutkan perjuangan selanjutnya ??? aku masih saja bertekad aku
akan meneruskan pendidikanku walau keraguan menyelimuti tapi
keyakinanku kuat untuk bisa melanjutkan pendidikanku. Malam itu yaa
aku masih ingat sekali, besok kita akan dilepas oleh ibunda tecinta
yang mendidik kami. Ustadz dan Ustadzah yang bagiku sungguh sangat
luar biasa mengurus dan mendidik kami. Walaupun kami sering melawan,
sering melanggar dan seakan tersiksa. Tapi percayalah itu akan sangat
menjadi beban bagi kami diluar sana. Betapa sabar beliau mengajarkan
kami walaupun kami ngeyel bahkan kami tidur saat dikelas. Aahh, aku
rindu suasana pondok saat seperti ini.
*pasca wisuda*
aku mengunjungi pondok
tercintaaa, sudah lama rasanyaaa aku tidak mengunjunginyaaa.
Sahabat-sahabat dan teman-temanku yang mengabdi disana membuatku
merasa aku ingin sekali mengabdi untuk pondok. Sampai pondok ini
benar-benar memiliki power yang kuat sebagai pondok pesantren besar
didaerah sekitar. Mungkin tidak sekarang mungkin nanti setelah aku
lulus melanjutkan pendidikanku. Mungkin pengabdianku bukan untuk ini,
aku lihat ayah dan ibu berjuang sampai saat ini hingga aku bertahan
dan berpijak hingga saat ini. Dan mengingiinkanku meraih kesuksesan
dan kebahagian sesuai keinginan ibu dan ayah. Hingga saat ini,
teman-teman seperjuanganku kakak-kakak kelas angkatanku kalian semua
juga merasakan hal yang sama dan keinginan yang sama. Jika waktu bisa
berputar kembali aku ingin belajar dipondok tercinta ini bersama
teman-teman belajar dan melewati hari-hari dengan segudang peraturan
dan suasana khas bangunan dan belajar mengaji di pondok. Aku pun
begitu :')
ditulis pada Rabu, 16
Juli 2014
dipostingkan pada hari
ini
