Selasa, 29 Agustus 2017

REVIEW DRAMA KOREA :Descendants Of The Sun

well,
kali ini gue bakal nulis review gue untuk drama korea yang gue suka
ingeeeeet yaaa yang gue suka, jadi berdasarkan opini gue aja ahahahaha
kalo kalian gak setuju yaudah gapapaaaa

okeh untuk pertama gue random sih untuk nonton drama alias gimana mood gue
mungkin untuk sekarang gue gak terlalu mengikuti banget,
terakhir gue ikutin drama itu emmm The Legend of The Blue Sea itupun gak gue tonton sampe abis

back to the topic untuk review ini gue akan mulai dengaaaaaaan yap!

siapa lagi sih kalo bukan.............

Desecendant of the sun




hahahahaha ntah udah berapa kali ini drama gue puter ampe gak bosen pokoknya
setelah gue kecewa dengan Kim Woo Bin Oppa dengan drama lenjeh nya Uncontrorablly Found yang menurut gue gak banget gitttuuu
gue lebih tertarik dengan Song Jong-Ki Oppa yang abis warmil langsung maen drama dengan Song Hye Kyo
ceritanya emang gitu aja percintaan, tapi yang gue suka alur cerita cintanya Dr.Kang dan Kapten Yoo Si Jin itu bikin gue meleleh terus
Random tapi romantiiiis, mempertahankan hubungan mereka, pacaran yang gak biasa hahahahaha
(gue mulai ngereceh lagi geeees)

baru kali ini gue ngeliat drama korea yang bener-bener totalitas banget, drama pertama dengan tema kemiliteran dan seorang dokter !!! view di urk juga bagus dan semua bener-bener kereeen. kerennya sih gue lebih liat Jong-Ki Oppa yang emang ganteng dan gentle banget sihh hahahahaha. ampe gue berfikir "Ya Allah gue mau deh nikah sama TNI muda yang umur 27 Tahun yang udah nyabet Jendral Bintang 2 lah minimal" Impian yang terlalu muluk kayaknya wkwkwkw.

Tapi yang gak gue suka dari drama ini adalah akhir yang menurut gue gak jebo bangeeeet. karena apaaaa, gue penasaran dengan pernikahan Dr. daniel dengan Ywe Hwa uaaaagghhhhhhhhh. terus kelanjutan Dr Kang dan Kapteen Si-Jin, terus hubungan Dokter dan Suste Haesung dan Letnan Yoon dengan Sersan Sae Dae Yong gimanaaaa ???????

gue sih lebih suka kalo nanti DOTS 2 nya yang mainin mereka lagi ntah kenapa chemistry nya dapet, iyalah gimana gak nanti bulan oktober jadi hari patah hati International, tapi Raisa dulu sama Hamish nanti tanggal 3 September. untung gue gak ngebet nikah (eh ini kok jadi kesini sih pembicaraannya) wkwkwkwkkw

review gue untuk drama ini cukup sekian aja kali yaaaa, baper lagi jadi pengen nonton lagiii hahahahhahaha

Minggu, 27 Agustus 2017

perasaan yang menyangkut keyakinan


well, kali ini gue bakal menulis coret-coretan yang agak berat sih buat gue
karena gue juga belum mengalaminya
hanya karena pengalaman-pengalaman dari segelintir orang yang membuat gue lebih berfikir panjang dan luas
yap, as usually this is about love. not this not only about love
sumuran gue yang udah hampir mau menginjak seperempat abad bukan lagi banyak-banyakin mantan
gonta-ganti pacar sana sini seakan lu laku banget sih
no, ini tentang sebuah keseriusan menjalani hubungan yang akan lu bangun sampai sisa umur lu nanti

pengalaman yang gue dapat dari teman-teman gue yang sudah menikah sampai mempunyai anak
perjalanan mereka sampai bisa ke tahap yang menurut gue itu luar biasa

well, dari apa yang udah gue dapet dari cerita teman-teman gue
menikah itu bukan hanya soal perasaan semata, tanpa keyakinan terhadap orang yang bakal lu nikahin it's nothing
dan menikah itu bagaimana niat dan keyakinan kita, ujung-ujungnya soal keyakinan lagi kan

karena apa, banyak temen-temen gue yaaa kalo gue bilang dia pas-pasan pekerjaannya juga gak kayak yang lain tapi dia yakin dan niat untuk nikah bersama wanita yang dia sayangin, dan kebukti gaes, ketika dia sudah dapet wanita pujannya dan wanita itu mau untuk bisa hidup berdua dalam keadaan apapun gak butuh waktu lama untuk mereka pacaran mengenal satu sama lain. karena dia yakin dia mampu, karena dia yakin rezeki sudah ada yang mengatur bagaimana kita berusaha bersama-sama untuk mencapi rezeki yang udah di tentuin sama Allah

dan ada juga temen gue yang menurut gue dalam umur dia sudah matang untuk menikah dan untuk penghasilan dia memenuhi untuk kebutuhan hidupnya, tapi ntah kenapa masih maju mundur unuk masalah pernikahan.
banyak memikirkan apakah gue bisa untuk menghidupi anak istri gue nanti dan banyak hitung2an yang lainnya

dan keseriusan itu gak cuman untuk lu berdua dengan pasangan lu,
inget pernikahan itu bukan hanya menyatukan dua insan dalam satu atap naungan tapi pernikahan itu menyatukan dua keluarga besar. ketika lu udah klop dengan pasangan lu tinggal lu berjuang bagaimana mendapatkan ridho dan restu dari calon mertua dan itu gak segampang yang kayak dinovel-novel dan drama asia
banyak yang gagal nikah dikarenakan berbeda pandangan anatara dua keluarga. walaupun keyakinan dan hati lu mantap untuk sama pasangan lu dan mau berjuang bersama-sama dalam keadaan apapun. tapi ketika orang tua lu memnunda sementara dan pasangan lu tidak bisa untuk mengunggu itu yang jadi kenadala besar menurut gue. pihak perempuan menerima dengan menunggu nanti ketika anak kesayangannya bisa menggapai mimpinya disaat seumuran gue tetapi pihak keluarga laki-laki itu sama aja menolak secara halus dan akhirnya kikuk dan pergi dan mengakhiri tanpa walaikumsalam yang ngebuat jalan cerita hidup makin pabeulit.

dari hadist yang gue sering denger dilontarkan oleh para pemuka agama dan yang sudah gue pelajari di bulugul mahrom dalam bab nikah. ada sebuah hadist yang menyebutkan pilihan yang baik untuk calon pendamping hidup yang pailng baik agamanya. baik agamanya bukan berarti untuk ibadah yang rajin baik wajib maupun sunnahnya. baik dalam agama yaitu keyakinan kita terhadap Allah dan mempercayai ketentuan Allah dalam hidup kita sambil kita berusaha semaksimal dan sebaik mungkin untuk kehidupan kita yang lebih baik. karena orang yang yakin dengan agamanya itu tidak akan mempertanyakan hal apapun di hidupnya, karena apapun yg dialami sudah ada yang ngatur siapapun tuhannya.
orang yang soleh bukan dilihat dari seberapa rajinnya dia beribadah wajib dan sunnah tetap waktu dan khusyuk, tetapi dengan keyakinan dia atas agama dia dan pasrah atas ketentuan Sang Maha Kuasa seorang hamba bisa menjalankan tugas wajib nya dia dengan penuh keyakinan dan dilandasi dengan rasa khusyuk keika ibadah.

mohon dikoreksi apa memang salah dalam pendapat saya. berbeda suatu pandang adalah hal biasa asalkan tidak terjadi perpecahan karena sesuatu yang berbeda dari yang pembaca pikirkan.

JUST ENJOY YOUR LIFE GES !!!!!!

Selasa, 22 Agustus 2017

Baper



hai hai semua
well disini gue mau baper baperan abis baca dua novel dalam dua hari
gue gak menyangka ternyata kemampuan gue membaca novel samkin cepat seiring berjalannya umur yang sudah cukup tua (elaaaaaahhh hahahahhahahah)

simple sih, agak receh emang tapi mau gimana lagi
selera novel gue selera anak-anak SMP dan SMA zaman sekarang
tapi untuk novel karya sastra kayak Andrea Hirata dan Tere Liye gue masih belum minat untuk baca
well, waktu SMP gue punya temen yang setiap minggu kerjaannya itu beli novel di gramedia sampe 4-5 buku
salah satunya chicken soup
bagus sih itu buku tentang pembelajaran hidup
cuman gue lebih suka pembelajaran hidupnya melalui tulisan romantis ahahahahaha receh banget guaaa

sekarang gue mau mencoba kegiatan gue yang udah lama gak gue lakuin
yah itu baca novel, biasanya gue baca satu novel bisa dua hari tapi kmrn gue baca satu novel dalam tempo dua jam
dan untuk novel setebel 400 halaman seukuran A5 gue baca seharian itupun kepotong dengan gue kerja dan bantuin ibu waktu sampe rumah

ceritanya yang lain dan yang gak bukan emang tentang cinta sih
tentang bagaimana bertahan pada satu hati
bagaimana cara bertahan dengan keadaan yang diluar dugaan
bagaimana bertahan ketika satu meninggalkan dengan sebuah alasan yang cukup berat
dan dari kedua novel yang gue baca "RETURN " dan "Adenna & Adrian"
gue punya satu pembelajaran, bahwa cinta bukan melulu tentang perasaan
cinta sebuah pengertian satu sama lain
sebuah penerimaan yang benar-benar tulus
tentang sebuah kepercayaan, bagaimana kamu mempercayainya sebagai tumpuan hidupmu
soal keseriusan seseorang untuk menjadikan kamu sebagai cinta sejatinya hingga mempunyai anak
tentang sebuah ke ikhlasan seseorang bahwa ia harus menerima kenyataan pahit untuk tidak bisa bersama orang yang di cintainya sebagia pasangan hidup

aku menilai yaa aku terlalu egois untuk urusan cinta,
aku terlalu enggan untuk menaruh kepercayaan kepada dia untuk mencintaiku dan menyayangiku
terlalu meminta lebih untukmu agar kau bisa seperti yang ku inginkan
terlalu mengeluh ketika kau tidak bisa hadir untukku

sekarang aku mencoba untuk membiasakan diri
untuk percaya bahwa kau menyayangiku dan mencintaiku dengan tulus
mencoba untuk mengerti dirimu disaat kau tak bisa disampingku
karena aku tahu
hatiku telah memilihmu untuk menjadi pendamping hidupku
ntah akan ada kejadian apalagi diluar kehendak ku
aku mencoba untuk bertahan dengan mu
untuk mempercayakan hatiku untuk kau cintai
aku berjanji untuk mempertahankanmu sebisaku semampu ku

impian-impian ku akan ku nego lagi nanti dengan mu
aku harap kau bisa mengerti
terima kasih sudah bertahan sampai saat ini hingga 4 tahun belakangan ini dan seterusnya

Minggu, 13 Agustus 2017

KEMERDEKAAN



bentar lagi tujuh belasan yaa

kemerdekaan Negara Indonesia yang ke 72 tahun
kali ini gue bakal nulis tentang tokoh untuk tema kemerdekaan (lagi mencoba tulisan dengan sudut pandang gue sebagai masyarakat Indonesia eeeaaa)


Kemerdekaan identik dengan pahlawan proklamator kita Ir. Soekarno dan Moh Hatta
cuman kali ini gue mau ngebahas proklamator penetapan "Perayaan hari Imlek sebagai hari libur Nasional"
yap, gak salah lagi yaitu guru besar kaum Nahdiyin KH. Abdurrahman Wahid  atau yang biasa kita sebut Gus Dur, b
eliau lahir di Jombang tahun 1940.

kalo memngungkit sejarahnya mba yai Gus Dur ini pasti banyak di Internet, karya-karya beliau lewat tulisan dan guyonan juga pasti banyak kalian cari di internet. cuman kenapa sih gue nulis tokoh yang disebut "Bapak Kaum Minoritas"

yang lebih gue tekankan disini pada keputusan mbah yai untuk menetapkan perayaan imlek sebagai hari libur nasional, karena ketika zaman pak Harto dilarangnya hal-hal berbau komunis. cuman untuk mbah yai mempunyai pandangan lain. Gus Dur adalah tokoh agamawan dan juga budayawan. Gagasan dan Pemikirannya yang selalu di guyonkan dengan kata "Gitu Aja Kok Repot" membuat kita gak terlalu memungsingkan kedepannya. Memang banyak positif dan negatifnya karena selama ini budaya adat Indonesia dan masyarakatnya dengan berbagai macam pandangan membuat semua keputusan untuk pemimpin menjadi rumit.

Gus Dur membawa hawa baru untuk meningkatkan toleransi kepada umat beragama dan dengan budaya yang ada. Karena semua pemikiran Gus Dur yang begitu simple namun luas, beliau satu-satunya kiyai yang dibaptis di Gereja, datang ke vihara. bukan karena multi religion (apa sih bahasa gua) karena kaum minoritas yang menghargai dan menghormati Gus Dur. Awal pemikiran gue waktu diceritain sama ibu tentang gus Dur yang di Baptis dan datang ke vihara adalah 'itu orang islam kok mau aja di baptis" hahahahahaha terlalu sempit yaaa, selama keyakinan dalem hati kita masih tetep satudan syahadat selalu diulang ketika solat gak mempengaruhi donk. Itu hanya bentuk penghormatan para tokoh agama kepada "Bapak Kamu Minoritas" ini. Gus Dur mencoba dengan merukunkan umat dalam segi agama, budaya, dan etnis-etnis yang ada.
Tidak seperti sekarang yang selalu memecah belah dengan nama agama, bukan menyatukan dan menciptakan perdamaian dengan agama.

Sekian tulisan dari gue, kalo memang ada yang tidak setuju itu mungkin hal yang wajar karena adanya perbedaan sudut pandang dan opini masing-masing. Terima Kasih.

kamu pembaca yang ke -

About Me

Foto Saya
Nida Nabilah
Tangerang, Banten, Indonesia
hanya menuangkan kisah-kisah yang mungkin bisa di ambil hikmahnya
Lihat profil lengkapku

FRIENDS