Senin, 28 November 2016

lebih tepatnya mengkhianati janji

Membuat janji berarti harus bisa menerima dan mengetahui semua baik-buruknya.
Membuat janji berarti harus bisa menerima konsekuensi yang didapatkan.
Harusnya kamu mengerti bagaimana keadaan sebenarnya disana.
Bukan hanya sekedar alasan sederhana yang meluluhkan hati
Bukan hanya sekedar ingin mencapai tujuan yang engkau harapkan kedepannya yang lebih baik.
Jika nyatanya nanti kau bakal membuat makar untuk dirimu sendiri
Jika nantinya buat kau menjadi lebih buruk dari sebelumnya
Jika nantinya ruangmu lebih terbatas untuk bebas.
Harusnya kau menyadari itu, bukan karena pemikiran sederhana mereka
Jika nantinya kau hanya menghina yang dulu aku hormati
Jika nantinya kau yang membuat onar dan menjadi lebih durhaka lagi
Ilmu yang kau dapatkan akan menjadi lebih sia-sia lagi.
Akan selalu ku ingat semuanya, mereka yang membuka mataku lebar-lebar untuk bisa terbang di alam bebas. Bukan terbang di alam penangkaran terbatas.
Janjiku dulu aku tidak pastikan bisa atau tidak.
Janjiku untuk bisa mengubah pemikiran mereka disana sepertinya akan menjadi sulit dan aku menjadi tahanan penangkaran yang lebih kejam dari pada aku hanya menghapal, beribadah, dan belajar.
Aku melihat semua sisi yang pernah aku lihat disana, semakin lama aku semakin mengerti
Mengubah pilihanku, manusia berevolusi bukan ?

Sabtu, 19 November 2016

Officially

Pada akhirnya kau akan menyerah pada semua
Dan aku akan menang atas pilihanku
Aku sudah menghitung semuanya
Sakit memang awalnya. Tapi aku akan kuat untuk hidupku sendiri.
Cukup aku yang menyimpan semuanya.
Maaf untuk keluargamu yang hanya membuat harapan palsu.
Terima kasih untuk semua kenangan.
Terima kasih untuk keteguhan hatimu untuk memilihku.
Aku menyayangimu, tapi lebih baik kau mencari yang lebih baik dariku.
Aku tak bisa mengizinkanmu menemuinku karena aku tau pendirian ku akan goyah dan runtuh seketika.
Aku berusaha mati sementara di hadapanmu.
Kelakuanku selana ini untuk buatmu berfikir untuk bisa ikhlas meninggalkanku.
Terima kasih untuk tiga tahun yang sangat berharga bagiku.

Sabtu, 12 November 2016

Minggu kedua bulan November 2016

Aku tulis untukmu yang akan berulang tahun nanti.
Aku mempersiapkan tulisan ini untuk mengucapkan  sebuah ungkapan untukmu
Selamat ulang tahun untuk mu.
Seseorang yang sangat baik untukku dan untuk semua orang.
Seseorang yang bisa membuatku lebih bijak ketika amarahku memuncak
Seseorang yang mengajarkan ku apa itu proses untuk sebuah hasil
Seseorang yang bisa mengajakku untuk bisa peduli dengan yang lain.
Seseorang yang pernah aku pertahankan dan tak pernah aku berfikir untuk melepaskannya
Seseorang yang masih sekarang aku memuji atas kerendahan hatinya.
Seseorang yang menggunakan hatinya dan pikiran untuk melakukan sesuatu yang ia kerjakan
Aku memang orang yang selalu menyia-nyiakan sesuatu yang berharga
Penyesalan untuk melepasmu sudah ku hitung resikonya
Kamu terlalu berharga untuk ku
Kamu terlalu mewah untukku dengan kesederhanaanmu
Kamu terlalu tertutup mata hati untuk membuka yang baru
Aku percaya padamu tapi keyakinanku aku untukmu ataupun sebaliknya
 masih memberikan tanda tanya besar untukku
aku tak bisa membuat memori bahagia untukmu
aku tak bisa berpikir masa depan dengan siapa pun
aku yang terlalu idelais dan egois bahkan untuk diriku sendiri
aku tak meminta kau akan membaca tulisan ini
kau takkan menyadari semuanya yang sudah aku tulis disni
karena kau selalu sibuk memperhatikan apa yang sering aku lakukan
tanpa melihat sesuatu yang ada dibalik semua ini
kau hanya menyalahi diriku dan dirimu sendiri untuk keadaan ini
kesalahan bukan salah satu penyebab sesuatu perpecahan
salah aku membebankan hatiku dulu untukmu,
aku tak pernah meminta dan menerima hatimu untuk kusimpan
aku tak pernah meminta dan menerima kau memberikan separuh hidupmu untukku
“bagaimana air mengalis saja” bukan  “Bagaimana air akan mengalir selanjutnya ?”
Sekali lagi aku ucapkan Selamat berkurangnya umur untukmu yang pernah ada untuku
Semoga kamu bisa mengikhlaskan semuanya
Aku tak pernah mengizinkanmu untuk bertatap muka langusng padaku
Aku tak mau menambah kenangan lagi, biarkan itu berhembus seperti angin
Biarkan itu menjadi cairan racun yang mengalir dengan air sedikit demi sedikit akan menghilang
Bahagia dan ikhlaskan semua. Aku tak menyayangimu lagi. Selamat tinggal ~
Dariku yang pernah membuat kenangan manis yang sia-sia untukmu
Dan untukmu yang pernah membuatku menjadi orang baik.
Ditulis dan diposting tepat pada hari minggu, 13 November 2016


Jumat, 04 November 2016

aku bukan karang yang kuat di hadang ombak

Percayalah semua orang didunia ini pasti punya masalah yang dihadapi
Menyikapi nya dan menyelesaikannya saja yang mempunyai jalannya masing-masing
Hati lelah ? Pasti
Pikiran terpecah ? Sudah seharusnya
Hinaan ?? Cacian ?? Judgement yang menjadi jati diri hingga sekarang ??
Penilaian terhadap masalah dihadapi mempunyai tanggapan yang berbeda
Cara mereka dididik dari kecil sampai sekarang menentukan juga untuk sekarang
Aku tak sepenuhnya menyalahkan pendidik utama dari kita kecil
Tapi apakah mereka sadar ? Apakah mereka mengerti ?? Apakah mereka bisa menilai bagaimana mereka awal mendidik anaknya.
Aku bukan orang yang bisa langsung berdiri tegap
Aku bukan orang yang bisa mengungkapkan rasa sebenarnya pada orang yang kuanggap.
Aku bukan orang yang mudah membuka diri kepada orang
Sosial media pun hanya sebagai tameng topengku yang sempurna
Aku memiliki banyak kekurangan yang ku rasakan
Aku juga bukan pemimpin dan teladan yang baik
Aku juga bukan anak utama yang dapat menjadi panutan yang baik
Batin dan jiwaku bukan mental setegar karang di terjang ombak
Ketika orang yang kau utamakan malah membuat mu kecewa walau hanya dengan ucapan
Ketika orang yang kau utamakan lebih baik menyakiti daripada mendukung
Ibu bilang ga boleh dilawan dengan hal yang sama
Aku lebih baik memendam semua itu dari pada aku membaginya dan menjadi beban dan bahan omongan orang lain
Biarlah mereka menilai tanpa mengetahui bagaimana siapa aku sebenarnya
Aku lebih baik jalanin sendiri daripada orang yang aku sudah anggap bagian dari semua diriku menjadi beban yang harus ia urusi
Aku berjalan sendiri dengan semua kemampuam hatiku untuk bisa bertahan agar lebih tegar
Aku pun sudah tak berhasrat untuk melakukan apapun
Aku menyadari kelemahan terbesarku
Menjadi lebih baik pun aku rasa penilaian orang lain pada diriku sudah melekat
Aku bukan manusia yang setegar karang dengan ombak laut pasang
Ketika kau paham maksud aku menulis ini
Aku tak mau membebankanmu untuk masalahku
Biar kusimpan sendiri
Bahagialah dengan orang yang akan selalu membuatmu bahagia bukan dengan orang yang selalu membuatmu kecewa
Aku mungkin tak bisa memenuhi janji dan komitmen yang sudah dibuat
Dan pasti aku menjadi orang paling menyesal untuk menyerah melepaskanmu
Separah apapun keadaan ku terhadap masalah yang sering aku buat, aku akan bukam. Walau sudah babak belurpun aku lebih baik diam didepan mu.

kamu pembaca yang ke -

About Me

Foto Saya
Nida Nabilah
Tangerang, Banten, Indonesia
hanya menuangkan kisah-kisah yang mungkin bisa di ambil hikmahnya
Lihat profil lengkapku

FRIENDS