Akhirnya kau
menyerah dengan sendirinya
Aku anggap
kau sudah menyerah dengan sendirinya
Tanpa adanya
sesuatu penjelasan
Tanpa adanya
kalimatmu aku anggap engkau menyerah
Pada akhirnya
kau akan benar-benar menyerah dan melepasku
Dan pada
saat yang bersamaan, aku mencoba untuk tegar dan kuat
Karena aku
bisa, aku mampu untuk melewati kebiasaan baruku
Tanpa dirimu
tanpa bayangmu perlahan aku melupakan semua kenangan
Akan pudar
dengan kesibukanku, dan akan luntur seiringnya kamu pergi
Terima kasih
untuk semuasemuanya yang tidak bisa aku sebutkan
Kenangan akan
terus ku simpan tapi aku harus bangkit dan melihat kedepan
Awal yang
sulit memang untuk membiasakan diriku tanpa adanya kamu
Sulit untuk
aku bisa hidup sepi dalam hatiku, kebiasaan yang dulu sering dilakukan
aku tau kamu
orang baik, kamu pasti dapat lebih baik dan bisa lebih sangat baik dengan
pilihanmu
kamu bisa
terbang tinggi walau hanya di sangkar besarmu tanpa harus aku menyeretmu untuk
keluar
kamu bisa
jadi diri kamu sendiri tanpa adanya aku yang selalu menuntutmu
dan ketika
waktu kemudian mempertemukan kita aku harap kita bisa dewasa
bersikap
layaknya kita teman yang pernah kenal, perasaan yang netral
karena aku
tau itu sangat berat bagimu untuk bisa melepaskanku
bahkan kau
mungkin takkan melepasku, tapi yang aku tau seseorang pun butuh kepastian
aku yakin
kamu mencari kepastianmu untuk kehidupanmu selanjutnya
menunggu hal
yang semu dan belum tentu pasti akan sangat gelisah untukmu
komunikasi
yang terputus aku anggap sebagai kamu dan aku membutuhkan waktu masing-masing
untuk membiasakan diri
bukan untuk
memperbaiki apa yang ada
egois memang
aku seperti ini, lebih jahat mungkin dari yang sebelumnya
karena aku
tak mau kamu mempunyai beban yang berat, mungkin aku takkan merepotkan mu
nantinya
aku akan
mandiri, sekalipun jodohku tak ditulis mungkin itu lebih baik
bagi
orang-orang yang membaca tulisanku, aku menerima apa yang kalian nilai
karena semua
orang membaca dengan pikiran dan presepsi masing-masing
entah kalian
aku ini egois, sombong, angkuh. Itu hak kalian. Aku hanya menulis apa yang
ingin aku tulis
untuk kamu
jika membaca ini, kamu bisa menilai aku dengan pikiranmu yang bijak itu
yang lebih
tau mana yang lebih baik, mana yang lebih pantas, mana yang seharusnya
tapi itu
pikiran dan pendapatmu, aku tetap pada pendirianku.