Jumat, 21 April 2017

Surat untuk Kartini



21 April
bagiku bukan hanya sebuah hari yang indah
hari dimana aku dilahirkan oleh ibu
dihari ini juga seabad yang lalu
seorang wanita yang memperjuangkan hak wanita
yang memperjuangkan citra wanita
yang mengubah pandangan masyarakat terhadap seorang wanita
Raden Ajeng Kartini
perjuanganmu bukan hanya menjadi wanita cerdas tapi mencerdaskan seluruh wanita
terutama memperjuangkan hak wanita di tanah jawa
bukan hanya dapur, dapur, dapur, dan mengurus anak dan patuh pada suami
wanita berhak untuk bisa menjadi cerdas
membuka mata dunia bahwa wanita punya hak yang sama untuk terbang
mengelilingi belahan dunia dengan ilmu
bukan hanya mengurus anak dirumah
perjuanganmu hingga saat ini menjadi cambuk semangat buatku
untuk bisa terbang tinggi dengan kepakan sayapku sendiri
aku belajar untuk bisa mandiri sendiri
aku belajar untuk tidak menyusahkan orang lain
aku belajar berdiri tegak dengan kakiku sendiri
membuka mata masyarakat untuk tidak selalu berdiam diri
dan hanya 'manut' perintah suami
engkau pembawa peradaban baru,
agar wanita tidak dianggap lemah
agar wanita tidak direndahkan
selamat hari kelahiranmu Raden Ajeng Kartini
dan di hari ini semoga aku bisa mendapatkan jawabanku
semoga aku bisa benar-benar berdiri sendiri dengan kakiku
dan aku bisa terbang kemanapun yang aku mau dengan sayapku
Selamat hari kartini!~

Rabu, 19 April 2017

Rihlah kala itu

aku masih ingat sehari sebelum keberangkatan
awal aku yakin dan jatuh cinta kepadamu
sebelum keberangkatan ku itu
malam itu mungkin malam yang buruk untuk rina
tapi malam itu pertama kali aku berjumpa pribadi dengan mu
bertatap muka dan bercerita sedikit
aku pun masih ingat wajah ku yang berseri-seri berhasil menemuimu
aku simpan handphone ku saat itu untuk ku titipkan padamu
padahal aku tau itu sesuatu yang sangat pribadi dan ntah kenapa aku langsung mempercayaimu
aku masih ingat ketika perjalanan ke madura dan aku mendengar kamu lulus sidang skripsi mu
ntah rasa bahagia ini pun terus mengikuti ku, dan aku semakin tertarik dengan mu
ntah sms-sms yang ada dihape ku kau membalas apa
ayah dan ibu pun tau nya aku menitipkan ke ustadz atau ustadzah waktu itu
setelah pulang rihlah pun aku semakin antusias untuk bertemu denganmu
oleh-oleh yang aku berikan cukup sederhana memang
hanya air putih ziaroh dan bingkisan yang aku beli di borobudur
aku masih ingat ngobrol ngalor ngidul di alfamidi dekat kampus
aku semakin terpesona olehmu
terpesona oleh semua kata-kata mu yang begitu bijak dan membuatku nyaman
sosok yang dewasa yang membuatku tenang
sampai aku pulang kerumah kita tetap terus komunikasi
kau menawarkan untuk mengantarkanku sampai terminal tapi aku menolak
sampai kembali kepondok untuk persiapan wisuda
mengajaku jalan pertama kali, dan posisinya saat itu aku tau
kamu masih memilikinya dan aku masih memiliki dia
tapi ntah kenapa itu sesuatu yang membuatku lebih baik
kado terbaik yang pernah aku dapatkan
aku tau mengapa banyak orang yang selalu nyaman ketika ada didekatmu
karena kamu memang seperti itu membuat setiap orang dengan kalimat yang kamu ucapkan
selalu ada senyum dan hati yang ingin selalu menyimpan kenangan itu
ntah sudah berapa lama aku bersikap seperti ini lagi
rasanya aku ingin menjadi diriku yang selalu ingin bertemu denganmu untuk pertama kali
aku tak membayangkan sebelumnya untuk bisa bersamamu
kalaupun aku tidak bisa memilikimu mungkin aku bisa menyimpan kenangan ini sebagai kenangan yang manis.

Keyakinan

Terulang dan terulang lagi

Selalu saja aku yang memulai untuk menyulut api yang awalnya hanya seujung korek api

Atau dia yang berbeda persepsi dari sebuah kalimat yang tertulis

Aku yang mundur dan terus mundur

Aku yang makin terus bertanya dan terus bertanya untuk semuanya

Akankah aku maju dengan tanda tanya ini
Kau bilang harus yakin dengan hatimu
Kamu yakin dengan hatimu untuk memilihku

Tapi sikap perilaku dan cara berfikirmu yang membuat ku berfikir seribu kali untuk melangkah bersama

Aku masih ingin bebas untuk semuanya
Bebas melakukan apa saja yang ku inginkan

Kewajiban ku sebagai anak mungkin masih lebih nyaman dibanding aku memenuhi kewajiban ku sebagai istri nantinya

Aku memang seorang yang sangat idealis aku bukan pemilih tapi aku berfikir ketika aku harus melangkah dari tempat nyaman ku berada selama 20 tahun ini.

Kau meyakinkan ku tapi selama ini kamu hanya membuatku lebih mengurung diri untuk melangkah

kamu pembaca yang ke -

About Me

Foto Saya
Nida Nabilah
Tangerang, Banten, Indonesia
hanya menuangkan kisah-kisah yang mungkin bisa di ambil hikmahnya
Lihat profil lengkapku

FRIENDS