berdo'a semoga mereka mengerti
Mereka hanya melihat masa depanku
dan terfokus kepadaku, coba mereka lihat bagaimana adikku berjuang juga dan
berjuang ditempat yang memang terlihat menunjukkan itu akan membawa nasib yang
lebih baik untuk kedua orangtuaku … lihat bagaimana adikku bisa dan mampu untuk
mengerjakan itu semua, yang lebih baik segalanya dibanding diriku yang belajar
dasar iman dari aku masuk sekolah menengah atas. Aku merasa aku masih belum
menjadi yang lebih baik yang mereka mau. Aku hanyalah diriku dan sifat manjaku
yang berlebihan … jangan melihatku seperti aku masih SMP favoriteku karena
sekarang bagiku untuk mencapai semuanya adalah harapan yang harus kucapai
dengan berdo’a. mungkin Allah memberikan jalan seperti ini agar aku tidak
berleha-leha dalam meminta kepada Allah, memang selama ini aku diberikan
kemudahan untuk mencapai sesuatu yang gemilang dengan mudah, aku merasa puas
dengan nilai-nilai yang kudapat dan lebih tersenyum untuk sekolah. Tapi
sekarang aku lebih tersenyum untuk bisa membuat suatu kegiatan itu menjadi
sukses dan berhasil dibandingkan dengan aku masuk kelas dengan semua
wajah-wajah yang bikin aku semakin tak punya harapan untuk maju … yaa aku
bertahan dalam semua yang ada … aku
masih bersyukur Allah masih memberikan aku kesempatan dalam bidang yang aku
sukai, Allah memberikan perantaranya dalam aku berorganisasi, aku lebih bisa
belajar lebih banyak dengan aku menjadi sekretaris :D. dituntut untuk bisa
dalam hal berbabu computer dan semua itu aku pelajari dengan mudah dan gampang
dengan diriku sendiri. Aku lebih bisa mengutarakan perasaanku lewat editan
photo yang aku ambil ataupun semacamnya, ataupun menuangkannya lewat tulisan
seperti ini dan aku bisa langsung share ke blogku :D. aku terus bersyukur
kepada Allah yang masih memberikan orangtua yang masih sangat perhatian
kepadaku walaupun menuntutku untuk bisa mendapatkan yang terbaik bagi mereka,
aku bersyukur masih mempunyai teman untuk menampung semua curhatanku dan
membantuku dalam segala hal dan setiap keadaanku, aku masih bersyukur mempunyai
sahabat kecilku yang masih mau bercerita kepadaku, aku harap semua akan menjadi
yang terindah dalam hidupku. Aku bersyukur Allah memberikan amanah yang cukup
besar bagiku dan membuka mataku untuk belajar bukan hanya dari buku saja tapi
dengan apa yang bisa kita lihat kita dengar dan kita rasakan. Aku bisa
mengikuti dan terjun langsung dalam hampir semua kegiatan yang ada didalam
pondokku, aku bersyukur punya cowo yang sangat pengertian dan mau merubah dirinya
lebih baik, mungkin sekarang lebih baik dirinya dibandingkan diriku,
Aku hanya ingin mereka tau
bagaimana aku … apakah aku terlalu egois untuk ini … aku sudah mencoba untuk
menegrti semua orang disampingku bahkan aku harus bersabar ketika teman
disampingku mendapatkan yang harusnya aku dapatkan dan yang sangat aku inginkan
… aku hanya ingin menunjukkan kepada ibu dan ayah tentang apa yang aku suka dan
memberikan dan menerima tentang semua kegiatan positifku … aku hanya bisa
tersenyum ketika teman-temanku mengaggap aku bisa dan mampu untuk melakukan ini
padahal semua itu hanyalah hal yang tidak penting bagi kedua orangtuaku, mereka
menuntut aku harus berubah dalam aspek yang mereka mau tapi aku tak ingin dan
itu sudah menjadi sifat dasarku … mereka tak melihat bagaimana kemampuanku
dalam menghadapi berbagai keharusan yang memang harus … aku belajar dari semua
yang ada, aku belajar dari temanku yang memang lebih dewasa untuk hal ini …
Orangtuaku bahkan tidak tau
bagaimana kemajuanku dalam beberapa bidang, aku tidak seperti yang lain yang
bisa berubah … hidayah Allah mungkin belum diberikan untukku agar aku bisa
lebih tawadhu dan mengerti bagaimana hidup dalam syariat islam dan menjalankan
sunnah-sunnah seperti ibuku suruh, tapi aku mengerti, aku mengerti bagaimana
aku bisa menjadikan hidupku bisa lebih baik. lebih baik bagiku tapi bukan
berarti lebih baik untuk ibuku.
Mereka hanya melihat masa depanku
dan terfokus kepadaku, coba mereka lihat bagaimana adikku berjuang juga dan
berjuang ditempat yang memang terlihat menunjukkan itu akan membawa nasib yang
lebih baik untuk kedua orangtuaku … lihat bagaimana adikku bisa dan mampu untuk
mengerjakan itu semua, yang lebih baik segalanya dibanding diriku yang belajar
dasar iman dari aku masuk sekolah menengah atas. Aku merasa aku masih belum
menjadi yang lebih baik yang mereka mau. Aku hanyalah diriku dan sifat manjaku
yang berlebihan … jangan melihatku seperti aku masih SMP favoriteku karena
sekarang bagiku untuk mencapai semuanya adalah harapan yang harus kucapai
dengan berdo’a. mungkin Allah memberikan jalan seperti ini agar aku tidak
berleha-leha dalam meminta kepada Allah, memang selama ini aku diberikan
kemudahan untuk mencapai sesuatu yang gemilang dengan mudah, aku merasa puas
dengan nilai-nilai yang kudapat dan lebih tersenyum untuk sekolah. Tapi
sekarang aku lebih tersenyum untuk bisa membuat suatu kegiatan itu menjadi
sukses dan berhasil dibandingkan dengan aku masuk kelas dengan semua
wajah-wajah yang bikin aku semakin tak punya harapan untuk maju … yaa aku
bertahan dalam semua yang ada … aku
masih bersyukur Allah masih memberikan aku kesempatan dalam bidang yang aku
sukai, Allah memberikan perantaranya dalam aku berorganisasi, aku lebih bisa
belajar lebih banyak dengan aku menjadi sekretaris :D. dituntut untuk bisa
dalam hal berbabu computer dan semua itu aku pelajari dengan mudah dan gampang
dengan diriku sendiri. Aku lebih bisa mengutarakan perasaanku lewat editan
photo yang aku ambil ataupun semacamnya, ataupun menuangkannya lewat tulisan
seperti ini dan aku bisa langsung share ke blogku :D. aku terus bersyukur
kepada Allah yang masih memberikan orangtua yang masih sangat perhatian
kepadaku walaupun menuntutku untuk bisa mendapatkan yang terbaik bagi mereka,
aku bersyukur masih mempunyai teman untuk menampung semua curhatanku dan
membantuku dalam segala hal dan setiap keadaanku, aku masih bersyukur mempunyai
sahabat kecilku yang masih mau bercerita kepadaku, aku harap semua akan menjadi
yang terindah dalam hidupku. Aku bersyukur Allah memberikan amanah yang cukup
besar bagiku dan membuka mataku untuk belajar bukan hanya dari buku saja tapi
dengan apa yang bisa kita lihat kita dengar dan kita rasakan. Aku bisa
mengikuti dan terjun langsung dalam hampir semua kegiatan yang ada didalam
pondokku, aku bersyukur punya cowo yang sangat pengertian dan mau merubah dirinya
lebih baik, mungkin sekarang lebih baik dirinya dibandingkan diriku,
Aku tidak sperti teman-teman
SMP-ku yang sangat mudah mendapatkan yang mereka inginkan dengan segala
fasilitas yang diberikan oleh orangtuanya, yang selalu tergambar bagaimana
kehidupan mereka selanjutnya, yang tidak terbatasi oleh apapun dan oleh
siapapun. Mereka bisa mengeksplorasi diri sesuka hati mereka, aku tau iman
mereka hanya sebatas pelajaran agama yang mereka pelajari disekolah tapi aku
yakin keyakinan mereka kuat, walaupun hidup dengan bergelimangan harta. Tapi
satu hal ?? apakah mereka punya dan bisa merasakan bagaimana ketenangan hati
dalam sujud mereka ?? atau desiran angin lembut dalam bacaan Al-Qur’an mereka
???
*)dituliskan pada tanggal 16
November 2012 dan dipostingkan pada hari ini

