Terulang dan terulang lagi
Selalu saja aku yang memulai untuk menyulut api yang awalnya hanya seujung korek api
Atau dia yang berbeda persepsi dari sebuah kalimat yang tertulis
Aku yang mundur dan terus mundur
Aku yang makin terus bertanya dan terus bertanya untuk semuanya
Akankah aku maju dengan tanda tanya ini
Kau bilang harus yakin dengan hatimu
Kamu yakin dengan hatimu untuk memilihku
Tapi sikap perilaku dan cara berfikirmu yang membuat ku berfikir seribu kali untuk melangkah bersama
Aku masih ingin bebas untuk semuanya
Bebas melakukan apa saja yang ku inginkan
Kewajiban ku sebagai anak mungkin masih lebih nyaman dibanding aku memenuhi kewajiban ku sebagai istri nantinya
Aku memang seorang yang sangat idealis aku bukan pemilih tapi aku berfikir ketika aku harus melangkah dari tempat nyaman ku berada selama 20 tahun ini.
Kau meyakinkan ku tapi selama ini kamu hanya membuatku lebih mengurung diri untuk melangkah
