Kamis, 01 November 2012

APAKAH SEMUA INI SALAH


Dalam pikiranku “aku harus bisa berubah menjadi yang lebih baik ! ”

Tekadku waktu SMP untuk memutuskan masuk ke pondok pesantren, memilih sekolah yang mempunyai nilai agama yang cukup ditinggi, dipikiranku pesantren selain belajar kita juga bisa belajar agama, rajin shalat tepat waktu, belajar fiqih, bahasa arab. 

Tetapi aku baru mengetahui semua itu bukan ada dalam pikiran ku, yang aku lihat sekarang “santri banyak, kamar yang sempit, santri gak keurus, ujian sebulan, pelajaran banyak” it’s really so amazing. Allah sayang banger sama aku ampe dikasih cobaan dengan lingkungan seperti ini. Dewasa yaa aku sedang melalui tahap itu walapun masih ngebandingin dengan apa yang aku dapatkan disini dan apa yang aku dapatkan diluar, dan ngebandingin diriku dan adikku yang lebih beruntung dibanding aku. Padahal aku gak suka dibanding-bandingkan oleh ibuku dengan orang lain.

Dan sekarang I’m in here just be patience girl :) bersyukur punya temen-temen yang dewasa, rajin, dan nyemangatin satu sama lain walaupun emang kadang-kadang kelakuannya aneh dan susah ditebak. Dibilang iri aku iri sama adikku, wajarlah iri sama saudara sendiri. Dari anaknya Nabi adham juga udah timbul rasa iri terhadap sesame saudara. Aku tau dia lebih baik dari pada aku disegala aspek, rajin, penurut, apik, hemat, cantik, walaupun dia tidak sepertiku masuk SMP Favorite, cepet tanggap buat pelajaran MTK, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris

But my mom, ibu gak ngasih pilihan buat aku. Ibu hanya menanyakan kesiapan aku untuk masuk pondok dan gak ngasih pilihan yang lain selain itu dan gak sedikitpun menawarkan diriku untuk mendaftar di SMA padahal nem ku mencukupi untuk masuk SMA favorite, kalaupun iya mungkin aku yang mengurus semuanya sendiri karena ayah dan ibu sibuk mengurus adikku yang masuk SMP dan memperjuangkan dia untuk bisa masuk dinegri. Sampe akhirnya dia kelas 3 SMP ayah dan ibu sibuk nyariin brosur tentang sekolah kesehatan yang terbaik di tangerang sedangkan adikku kekeuh untuk masuk SMK tata boga dan finally dia harus menuruti apa kata ibu mask sekolah farmasi. Seenggaknya prospek adikku lebih cerah dibandingkan aku karena tanteku mempunyai link tentang pekerjaan dibidang farmasi. Sedangkan aku ..

Ibu menuntutku untuk aku bisa langsung kerja kali aja bisa kerja sambil kuliah yang jelas-jelas aku tak bisa membagi waktukku dengan baik. dan ayah dan ibu memilih pondok ini hanya karena terjangkau oleh keluarga ayah yang emang kebetulan penduduk asli, tanpa ibu sama ayah tau dimana bidangku berada dan tanpa mengetahui bagaimana fasilitas, kualitas belajar, kualitas santrinya disini. And finally aku harus menerima semua dengan kata IKHLAS yang sulit aku jalani dan menjalani semua hingga akhir dengan kata SABAR yang penuh perjuangan.

*) ditulis pada tanggal 27 Oktober dan dipostingkan pada hari ini

kamu pembaca yang ke -

About Me

Foto Saya
Nida Nabilah
Tangerang, Banten, Indonesia
hanya menuangkan kisah-kisah yang mungkin bisa di ambil hikmahnya
Lihat profil lengkapku

FRIENDS