Kamis, 01 November 2012

AKU MENGERTI


Aku sadar aku emang egois, aku kurang dewasa untuk menerima kenyataan dan menghadapi masalah terutama masalah dalam diriku. Aku berfikir bahwa aku salah memilih pondok pesantren, tak seperti yang aku bayangkan sebelumnya, harus menerima keadaan yang benar-benar bikin aku harus sabar dan ikhlas untuk menjalani semua. Sempat aku menyesal karena sempat prestasi ku kurang memuaskan. Padahal aku sudah mempaksakan diriku untuk menghafal walaupun saat yang bersamaan aku berteriak “kapan ini berhenti ??” aku tak bisa mendaptkan pelajaran yang aku inginkan dengan memuaskan, dan semua aku pendam dalam hati sambil berdo’a “walaupun sedikit tapi aku harap ini bisa membantu dengan apa yang aku miliki”.

Aku bertanya dalam hatiku “kenapa ibu tak memberiku pilihan ?” ibu hanya bertanya padaku “apakah kamu benar-benar mau masuk pondok dan menerima semua resiko yang kamu hadapi disana ?” aku hanya mengangguk diam dalam keraguankuu, memang aku yang meminta karena apa ?? karena aku ingin berubah menjadi lebih baik. aku akui waktu SMP nilai pelajaranku lumayan memuaskan bagi ayah sama ibu aku unggul dipelajaran Matematika walaupun tak sehebat temanku tapi aku yakin aku memberikan yang terbaik. Tapi aku merasa aku seperti cangkang kosong yang bagus luarnya tapi tak berisi apa-apa aku merasa aku belum mempunyai iman yang kuat, dasar agama yang kokoh. Hingga saatnya aku berfikir aku harus lebih baik dalam hal agamaku, selain itu aku tertarik pada pondok pesantren yang sehari-harinya menggunakan bahasa arab dan bahasa inggris. Aku masih ingat alasan aku masuk pondok karena aku ingin bisa berbahasa arab dan inggris walaupun hanya sekedar tau.

Tantangan demi tantangan aku lewati, suka duka, senang sedih, canda tawa, hingga berbagai cobaan yang tak pernah aku duga sebelumnya. Aku merasakan bahwa aku gak bisa menjalani semuanya, tetapi ayah dan ibu terus menyemangatiku terus meminta kepada Rabb dalam shalatnya untuk aku bisa bertahan. Dan here I am up to know, walaupun dengan kesabaran yang luar biasa. Aku sempat berfikir ini semua tak adil bagiku, ibu hanya menanyakan tentang keyakinan ku untuk masuk pondok pesantren tetapi tidak buat adikku, bagiku anis mendaptkan fasilitas pendidikan yang baik. ibu dan ayah mendaftarkannya disekolah farmasi yang memang prospeknya lebih cerah dibanding aku. Beliau mencarikan sekolah farmasi terbaik di tangerang buat anis, walaupun ibu tau kalo anis tidak sepertiku tapi ibu yakin bahwa anis bisa dan anis hanya menuruti apa kata ibu dan menjalani dengan rajin. Sempat aku berfikir ini tuh gak adil !! kenapa ibu tak memberiku kesempatan padaku untuk masuk sekolah kesehatan ???? kenapa aku harus ditempatkan ditempat yang tak bisa buatku bergerak bebas ?? kenapa ditempatkan ditempat yang aku sekarang tau susah buat mencari jalan keluar !! kamu tau kenapa ?? aku merasa jatuh di palung laut yang paling dalam !!

Aku mencoba untuk keluar walaupun nilai ku cukup untuk dibawa ke SMA negri walaupun gak unggulan tapi tetap saja itu gak mungkin, ayahku bukan siapa-siapa kami keluarga yang cukup bukan lebih dari cukup. Sedangkan murid yang emang bandel dan gak jelas dari sekolah mana tetap diterima di pondokku ini walaupun nilainya jauh dibawah standart !! aku sempat putus asa aku tak bisa mendapatkan yang aku mau, aku gak bisa belajar matematika dengan waktu yang lama hanya 135 menit dalam seminggu, ditambah lagi guru-guru master yang mengajarkan disekolahku sangat sibuk, aku hanya bisa mengelus dada semoga aku beruntung dan dengan ilmu yang sedikit ini aku bisa mengajak santri dan santriwati lebih suka kepada pelajaran yang dibilang terlalu rumit untuk dimengerti. 

Dan akhirnya aku terpilih sebagai sekretaris hanya karena satu, aku unggul dalam computer dalam mengolah Microsoft office walaupun aku gak tau gimana cara buat surat resmi apalagi buat proposal kegiatan. Tapi disinilah aku mulai bersikap dewasa aku mulai aktif dalam organisasi dalam kesekretariatan dalam admin organisasi. Dan aku mempunyai banyak pengalaman yang gak pernah aku alamin diluar, aku lebih bisa mengerti bagaimana sifat teman-temanku yang mempunyai karakter yang sangat berbeda satu sama lain. Aku belajar dan belajar mempelajari computer, aku bersyukur hanya sgelintir orang yang bisa untuk menggunakannya dan sampai akhirnya aku berusaha untuk mengingat kembali pelajaran editor phot yang aku pelajari sendiri dirumah.

And finally aku bisa menjadikan diriku manfaat walaupun gak besar tapi aku senang, kamu tau kenapa ?? aku bahagia karena aku bisa menjadikan diriku bermanfaat bagi orang lain turun langsung kelapangan menghadapi masalah. Dan yang aku tau ibu sekarang membebankanku untuk aku berjuang masuk keperguruan tinggin negri yang memang harus ekstra untuk bisa meraih hal itu. Aku sudah pupus untuk medaptkan beasiswa ke turkey memang bukan jalanku aku hanya ingin belajar matematika dan MIPA lebih dalam lagi. Dan aku yakin aku bisa. Maafin nida bu pernah berfikiran kayak gitu. Nida tuh kayak gak ada harapan lagi nida udah lelah merasakan seperti ini. Tapi aku kayak gini mulu, mengeluh dengan apa yang udah terjadi hanya bikin aku tambah nge down. Dan sekarang aku hanya berdo’a kepada Allah supaya aku mendapatkan ilmu sabar dan ikhlas yang lebih untuk bisa menerima kenyataan dan menjalani hidup ini dengan mensyukuri apa yang Allah tentukan J

*)ditulis pada tanggal 30 Oktober 2012 dan dipostingkan pada hari ini

kamu pembaca yang ke -

About Me

Foto Saya
Nida Nabilah
Tangerang, Banten, Indonesia
hanya menuangkan kisah-kisah yang mungkin bisa di ambil hikmahnya
Lihat profil lengkapku

FRIENDS