perasaan yang menyangkut keyakinan
well, kali ini gue bakal menulis coret-coretan yang agak berat sih buat gue
karena gue juga belum mengalaminya
hanya karena pengalaman-pengalaman dari segelintir orang yang membuat gue lebih berfikir panjang dan luas
yap, as usually this is about love. not this not only about love
sumuran gue yang udah hampir mau menginjak seperempat abad bukan lagi banyak-banyakin mantan
gonta-ganti pacar sana sini seakan lu laku banget sih
no, ini tentang sebuah keseriusan menjalani hubungan yang akan lu bangun sampai sisa umur lu nanti
pengalaman yang gue dapat dari teman-teman gue yang sudah menikah sampai mempunyai anak
perjalanan mereka sampai bisa ke tahap yang menurut gue itu luar biasa
well, dari apa yang udah gue dapet dari cerita teman-teman gue
menikah itu bukan hanya soal perasaan semata, tanpa keyakinan terhadap orang yang bakal lu nikahin it's nothing
dan menikah itu bagaimana niat dan keyakinan kita, ujung-ujungnya soal keyakinan lagi kan
karena apa, banyak temen-temen gue yaaa kalo gue bilang dia pas-pasan pekerjaannya juga gak kayak yang lain tapi dia yakin dan niat untuk nikah bersama wanita yang dia sayangin, dan kebukti gaes, ketika dia sudah dapet wanita pujannya dan wanita itu mau untuk bisa hidup berdua dalam keadaan apapun gak butuh waktu lama untuk mereka pacaran mengenal satu sama lain. karena dia yakin dia mampu, karena dia yakin rezeki sudah ada yang mengatur bagaimana kita berusaha bersama-sama untuk mencapi rezeki yang udah di tentuin sama Allah
dan ada juga temen gue yang menurut gue dalam umur dia sudah matang untuk menikah dan untuk penghasilan dia memenuhi untuk kebutuhan hidupnya, tapi ntah kenapa masih maju mundur unuk masalah pernikahan.
banyak memikirkan apakah gue bisa untuk menghidupi anak istri gue nanti dan banyak hitung2an yang lainnya
dan keseriusan itu gak cuman untuk lu berdua dengan pasangan lu,
inget pernikahan itu bukan hanya menyatukan dua insan dalam satu atap naungan tapi pernikahan itu menyatukan dua keluarga besar. ketika lu udah klop dengan pasangan lu tinggal lu berjuang bagaimana mendapatkan ridho dan restu dari calon mertua dan itu gak segampang yang kayak dinovel-novel dan drama asia
banyak yang gagal nikah dikarenakan berbeda pandangan anatara dua keluarga. walaupun keyakinan dan hati lu mantap untuk sama pasangan lu dan mau berjuang bersama-sama dalam keadaan apapun. tapi ketika orang tua lu memnunda sementara dan pasangan lu tidak bisa untuk mengunggu itu yang jadi kenadala besar menurut gue. pihak perempuan menerima dengan menunggu nanti ketika anak kesayangannya bisa menggapai mimpinya disaat seumuran gue tetapi pihak keluarga laki-laki itu sama aja menolak secara halus dan akhirnya kikuk dan pergi dan mengakhiri tanpa walaikumsalam yang ngebuat jalan cerita hidup makin pabeulit.
dari hadist yang gue sering denger dilontarkan oleh para pemuka agama dan yang sudah gue pelajari di bulugul mahrom dalam bab nikah. ada sebuah hadist yang menyebutkan pilihan yang baik untuk calon pendamping hidup yang pailng baik agamanya. baik agamanya bukan berarti untuk ibadah yang rajin baik wajib maupun sunnahnya. baik dalam agama yaitu keyakinan kita terhadap Allah dan mempercayai ketentuan Allah dalam hidup kita sambil kita berusaha semaksimal dan sebaik mungkin untuk kehidupan kita yang lebih baik. karena orang yang yakin dengan agamanya itu tidak akan mempertanyakan hal apapun di hidupnya, karena apapun yg dialami sudah ada yang ngatur siapapun tuhannya.
orang yang soleh bukan dilihat dari seberapa rajinnya dia beribadah wajib dan sunnah tetap waktu dan khusyuk, tetapi dengan keyakinan dia atas agama dia dan pasrah atas ketentuan Sang Maha Kuasa seorang hamba bisa menjalankan tugas wajib nya dia dengan penuh keyakinan dan dilandasi dengan rasa khusyuk keika ibadah.
mohon dikoreksi apa memang salah dalam pendapat saya. berbeda suatu pandang adalah hal biasa asalkan tidak terjadi perpecahan karena sesuatu yang berbeda dari yang pembaca pikirkan.
JUST ENJOY YOUR LIFE GES !!!!!!

